![]() |
| Abi Faisal Hilmi dan Mantan Presiden RI Ir. Joko Widodo |
Surakarta — Bertepatan dengan Jumat, 9 Oktober 2026, sebelum pelaksanaan salat Jumat, Kyai Faisal Hilmi, pengasuh Pesantren Qur’an Anamfal, Cirebon, sekaligus Direktur PKTQ (Pusat Kajian Tafsir Quran), menyerahkan buku Indikator Negara Maju dalam Al-Qur’an kepada mantan Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo. Momen ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan gagasan tentang pembangunan bangsa yang tidak hanya berorientasi pada kemajuan material, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai luhur Al-Qur’an. Melahirkan kemajuan negara yang utuh, tidak parsial.
Di tengah berbagai dinamika politik nasional, termasuk isu yang beredar mengenai Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Kyai Faisal memandang bahwa bangsa Indonesia perlu terus memperkuat ikhtiar membangun masa depan yang lebih baik. Persatuan demi keselamatan dan kemajuan bangsa. Namun, di atas segala dinamika politik, pembangunan peradaban harus tetap menjadi perhatian bersama. Sebab, dinamika kepemimpinan dan keadaan semestinya tidak menghentikan cita-cita menghadirkan Indonesia yang maju, adil, sejahtera, dan bermartabat.
Buku Indikator Negara Maju dalam Al-Qur’an yang merupakan hasil penelitian tesis S2 selama 2 tahun lebih, tafakkur di 30 negara 3 benua, di SPs UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, membawa pesan bahwa kemajuan suatu bangsa tidak cukup diukur dari pertumbuhan ekonomi, kemegahan infrastruktur, atau penguasaan teknologi. Kemajuan juga perlu tercermin dalam kualitas keimanan, persatuan, ilmu pengetahuan, supremasi hukum, akhlak, hingga kesuksesan bisnis yang dikelola negara (BUMN). Perspektif Al-Qur’an, yang merujuk pada Tafsir Nusantara, diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan refleksi bagi siapa pun yang memiliki tanggung jawab dalam membangun bangsa. Khususya bagi pemerintah dan pengambil kebijakan publik.
Bagi Kyai Faisal, pendidikan Al-Qur’an memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi yang tidak hanya kuat dalam hafalan dan pemahaman agama, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi Indonesia dan dunia. Semangat Ahlul Qur’an with Global Vision yang diusung Pesantren Qur’an Anamfal menjadi ikhtiar untuk menghubungkan nilai-nilai Al-Qur’an dengan tantangan zaman, sehingga lahir generasi berilmu, berakhlak, berjiwa kepemimpinan, dan memiliki kepedulian terhadap masa depan peradaban.
Penyerahan buku ini diharapkan menjadi bagian kecil dari ikhtiar besar menghadirkan gagasan pembangunan Indonesia yang berakar pada nilai-nilai Al-Qur’an. Sebab, bangsa yang maju bukan sekadar bangsa yang kaya dan kuat, melainkan bangsa yang menjadikan ilmu sebagai cahaya, keadilan sebagai prinsip, amanah sebagai landasan kepemimpinan, dan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan. Dari Al-Qur’an, kita belajar bahwa membangun negeri bukan hanya pekerjaan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.
"Bukunya taruh di meja saya," instruksi presiden asal Solo Ir. Joko Widodo pada Paspampres yang bertugas. Pengusaha Mebel tersebut dengan penuh senyuman pula memberikan hadiah book note bercover Jokowi pada pengasuh Anamfal yang biasa disapa Abi Faisal Hilmi. Buku tersebut sudah diwakafkan, dapat diunduh secara gratis bagi siapaun yang minat.
![]() |
| Buku Indikator Negara Maju dalam Al-Quran sudah diwakafkan, dapat diunduh gratis. |

