• Cirebon, Indonesia
  • 0899-5625-137
  • anamfal.pesantren@gmail.com

Senin, 22 November 2021

Prinsip Dasar Jalan Menuju Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur Pesantren

Prinsip Dasar Jalan Menuju Keberhasilan Pembangunan Infrastruktur Pesantren

Muassis dan Khodimul Ma'had Pesantren Qur'an Anamfal

Dalam tulisan ini, tidak banyak dibahas teori dan limpahan rujukan. Ini adalah ilmu pengalaman, atau disebut "Street Smart". Sangat ringkas, dan teknis. Sebagai seorang santri dan pesantren, lebih banyak sisi ikhtiar spiritual berupa amalan-amalan. Kami tanyakan langsung kunci-kunci keberhasilan dari empiris pengalaman para kyai-ulama secara langsung dalam membangun asrama dan semua fasilitas pesantren. Baik dari pesantren salaf (tradisional), dan khalaf (modern). 

Saat kegiatan Khotmil Quran dan Syukuran Peletakkan Batu Pertama Asrama Anamfal

Kyai-Ulama tersebut dari beberapa kota; Cirebon, Kuningan, Subang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Demak, Kendal, Kudus, Sumedang, dan lainnya. Bahkan teringat juga pengalaman lembaga Islam di Malaysia. Bisa dikatakan ini ilmu mahal. Ilmu ini tidak ditemukan di bangku sekolah bahkan di kelas pesantren sekalipun. Berdasar pada kaidah, "Keberhasilan meninggalkan jejak". Kami tiggal mengikuti jejak yang proven tersebut. Kami kumpulkan menjeadi poin-poin kiat keberhasilan pembangunan infrastruktur pesantren sebagai berikut: 

  1. Luruskan niat karena Allah SWT.
  2. Sabar, Tulus dan ikhlas menjalani mengurus santri dan pesantren. Apalagi santri-santri awal, biasanya lebih berat. Banyak ulah dan cobaan. Jaga santri yang ada. Dibuat betah.
  3. Tahap awal, fokus banyakin santri. Kualitas sambil jalan, atau berjalannya waktu. Ada prioritas. 
  4. Pahami kaidah dalam Kitab Al-Hikam karya Ibnu Athaillah as-Sakandari, Anda termasuk Makam Asbab (hukum sebab-akibat, melakukan usaha mencari rejeki) atau Makam Tajrid (mengkhususkan ibadah dan meninggalkan usaha mencari rejeki).
  5. Jadikan orangtua raja. Penuhi dan layani kebutuhan orangtua, khususnya ibu. Raih ridha mereka. Mohon doanya.
  6. Makin tawadlu belajar dan mengambil kebaikan dari semua orang. Serta siap turun ke hal-hal kecil sederhana.
  7. Menangislah hanya pada Allah. Senangis-nangisnya. Hanya Allah jadikan sandaran. Jangan berharap ke orangtua atau orang lain. 
  8. Waktu pembangunan untuk skala kecil 3 bulan, hal ini dengan dana sudah siap. Dalam skala besar rata-rata 2-5 tahun. 
  9. Untuk pesantren salaf, mayoritas tidak menggunakan jasa arsitek atau rancang desain. Langsung terjuan dan praktek. Untuk pesantren khalaf, membuat rancang bangun dan dibantu arsitek.
  10. Jika tidak mengerti atau tidak bisa, tanya dan atau percayakan pada ahlinya
  11. Terkait hutang: 1) Dari pengalaman yang menggunakan basis hutang, apalagi pinjam ke bank. Lebih baik hindari terlebih riba. Banyak yang stres dan sakit-operasi berat 2) Jika terpaksa hutang, carilah yang tidak ada bunga/riba. Bahkan ada Muhsinin yang meminjamkan, pas bayar lunas, mengembalikan sebagian untuk sedekah. Patuhi tempo pembayaran 3) Daripada hutang, lebih baik mengajak muhsinin untuk wakaf atau buat proposal.
  12. Untuk membangun yang memerlukan uang besar dan cepat. Memang harus menjual tanah, atau mobil. Aset. Banyak kasus menjual mobil berganti-ganti berkali-kali (4-6 x). Pada akhirnya dapat mobil yang lebih bagus. Ini juga membuktikan bahwa kita tidak cinta dunia, harta yang kita miliki siap sedia di jalan Allah. 
  13. Untuk keberhasilan pembangunan besar, harus dimulai dari sendiri. Kepercayaan orang lain tumbuh setelah kita sudah mulai dari diri, atau pengorbanan diri. Gedung juga sudah mulai kelihatan bentuk atau hasilnya. 
  14. Sebelum pembangunan atau bahkan mendapatkan tanah. Sering-sering lokasinya di-ngaji-kan. Baik al-Fatihah, hingga Khotmil Qur'an. Banyak-banyak pula disholawatin.
  15. Shalat Dluha
  16. Shalat Tahajjud dan Hajat, bahkan ada yang menyarankan shalatnya lebih awal (misal tidak jam 4 pagi), agar tidak ngantri dalam menghadap Allah. Sehingga masuk prioritas dalam pandangan Allah.
  17. Sedekah tiap hari. Bahkan ada yang menasihatkan setiap ada pemasukan, sedekahkan 20% prosentasenya. Termasuk pesantren harus sedekah ke lembaga-lemabaga yang sama sedang membutuhkan, atau lebih kecil darinya. Baik dalam kondisi lapang, atau sempit.
  18. Tiap Jum'at Kliwon, baca Khotmil Qur'an Bisu. Biasanya 2 hari, 2 malam. Di ruangan khusus. Tidak berbicara dengan siapapun. Makan tetap. Insya Allah langsung ada petunjuk solusi, dan hasil. 
  19. Shalawat sehari 1000-2000x. Pas Jum'at 2000-4000x. Shalawat pendek saja tidak apa-apa. Sehari-semalam.
  20. Ngaji Al-Qur'an sebulan minimal 1x khatam. Bagus Fami Bisyauqin, seminggu khatam via jalur Ahlul Qur'an.
  21. Baca Al-Mulk ba'da Subuh, Ya Siin ba'da Maghrib, Al-Waqiah ba'da Isya. Saat baca Surah Waqiah, pas (ayat 32) وَفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ diulang 14x. 
  22. Ziarah minimal sebulan 1x ke Ulama besar dan keluarga/orang tua.
  23. Jika mengundang masyarakat untuk wakaf, buat laporan dan dokumentasi sebagai pertanggungjawaban dan melahirkan kepercayaan.
  24. Jika ingin bantuan pemerintah atau lembaga terkait, status tanah atau pembangunan adalah wakaf. Ex: Kemenag, PU PR, lembaga Timur Tengah, dan semacamnya.
  25. Jika istri marah-marah uang kurang, dandan kurang, emas terjual. Tunjukin hasilnya, seperti sertifikat tanah. Bersabar demi tujuan yang lebih besar.
  26. Minimal sebulan sekali silaturrahim dan belajar langsung ke berbagai tokoh kyai-ulama pesantren yang telah berhasil. Minta do'a dan nasihatnya.
  27. Saat ada calon Muhsinin atau Aghniya yang dituju atau agar hasil, kirim al-Fatihah dan sebut namanya.
  28. Amalan khusus Ngaji Ya Siin 41x
  29. Amalan khusus Shlawat Nariyyah 4444x
  30. 70 Persen kehadiran fisik mendidik dan mengajar di pesantren. 30 Persen ikhtiar di luar. Contoh dalam seminggu 2-3 hari di luar, 4-5 di pesantren.
  31. Ada orang yang diamanahi dan menetap di pesantren. Memastikan berjalannya proses pendidikan dan ngaji.
  32. Komunikasi terjalin harian dengan Muhsinin secara PM, kirim hal-hal yang bermanfaat, mengingatkan ibadah, dan progress-laporan.
  33. Buat santri-santri menjadi alumni yang berhasil. Nanti juga alumni sendiri yang akan bantu tenaga dan uang-harta. ketika mereka berhasil.
  34. Jangan terlalu dipaksakan. Kalau uang habis, istirahat dulu. Jika sudah ada rezeki, lanjut lagi. Jika dipaksakan, akhirnya stres dan sakit.
  35. Kalau bisa tiap hari, ada saja yang bekerja. Bahkan minimal 1-2 orang. Selama proses pembangunan tetap jalan. Usahakan tidak berhenti. 
  36. Memiliki usaha atau bisnis, untuk keperluan hidup pribadi dan bahkan membantu pembangunan.

Dari berbagai poin-poin kiat keberhasilan pembangunan infrastruktur pesantren tersebut, kami sendiri dalam proses belajar dan terus ikhtiar istiqomah mengamalkan. Man saaro 'alaa darbi washola (Barang siapa berjalan di jalannya, pasti akan sampai). Semoga jalan-jalan yang ditempuh, membawa kami pada garis finish yang sama. Pendahulu kyai-ulama yang telah sukses. Bahkan lebih baik lagi. 


Taman Manis-Cirebon, 22 Nov 2021.


Pesantren Qur'an Anamfal

Sekretariat Pesantren Quran Anamfal 
Jl. Raya Pasawahan,
 Pasawahan, Susukan Lebak, Cirebon 
West Java - Indonesia

Kantor Anamfal Jakarta 
@Pondok Indah Office Tower 2, Lt. 15
Jl. Sultan Iskandar Muda Kav. V-TA, Pondok Indah, Jakarta Selatan

Kontak

Call Center
CS +62899-5625-137 
Hilmi +62853-5135-5201 

Email: anamfal.pesantren@gmail.com 
Web : www.anamfalpesantren.com

Daftar Orang Tua Asuh

Visitors