Pengaruh Soekarno Dalam Mimpi Besar Anamfal Pesantren Go Global


وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ
"Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal shaleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi"
(QS. An-Nur [24] : 55)


Hidup ini adalah mempengaruhi dan dipengaruhi. Jika positif, mengapa ditolak. Penulis termasuk pribadi yang mengamati dan merenungi mengapa diri ini berfikiran, berucap, dan bertindak "demikian". Tulisan ini dibuat di dalam kereta perjalanan dari Cirebon, menuju Blitar. Agenda utama, ziarah dan belajar dari sososk Sang Proklamataor, Bung Karno.

Pada titik hidup ini. Saat bercita-cita tentang Anamfal. Mendirikan pesantren di 111 negara, 5 benua. BNQ buka cabang di 34 provinsi se-Indonesia untuk memberantas buta aksara ngaji. Pula pendirian LAZ Anamfal Care, yang dibayangkan akan ada dana kelola satu terliun lebih. Sehingga program Anamfal dapat terwujud. Khususnya Pesantren Qur'an Anamfal di luar negeri.

"Berpusing Ria"

Namun selalu saja. Semenjak pulang kegiatan dari Mesir dan aktifnya pesantren sekitar september 2018, yayasan Anamfal sudah hampir setahun ini memberikan gaji ke karyawan selalu telat. Selalu saja ada seminggu sampai dua minggu untuk "berpusing ria" membayar gaji dan operasional. Termasuk terkait dapur pesantren dan biaya sekolah santri. Khusus dapur, kami malah banyak menunggak ke asisten masak.

Kadang, penulis berfikir untuk menutup rapat masalah ini di internal saja. Tidak juga menuliskannya. Namun, jika direnungi. Justru dengan menuliskannya, sekarang atau nanti insya Allah diharapkan menjadi ilmu dan pengalaman berharga bagi generasi sekarang atau yang akan datang. Khususnya yang sedang berjuang merintis dan atau mengembangkan lembaga.

Saat pulang ke Cirebon, menengok kondisi istri dan anak Fadhil dan Fahri di Buntet. Dalam obrolan yang mengalir dan "menumpahkan rindu". Istri berucap, "Ia ini kita selalu tiap bulan pusing. Mencari kekurangan honor dan operasional." Seketika itu, penulis langsung terhentak, "Setiap bulan ada minggu-minggu berpusing ria." Langsung terbayang, perjuangan dan rasa perih yang dialami. Kita belum berfikir uang untuk disimpan anak dan dan istri. Namun yang terpenting hak tim Anamfal, juga mitra guru BNQ, dan operasional yang wajib dibayarkan. Dapat tertunaikan. 

Di posisi ini, penulis merenung. Cita-cita pesantren begitu tinggi dan bahkan belum terdengar mimpi yang serupa, atau setara. Dengan rasa perih perjuangan itu dan amanah "mensejahterakan tim" yang belum tertunaikan. Diri ini berkata, "Siapa yang mengajari mimpi begitu tinggi seperti ini?". Tidak jarang rasa lelah hebat datang. Muncullah dalam benak, ayat-ayat dan hadis yang penulis favortitkan yang menangkat kita menjadi umat terbaik dan bahkan memimpin dunia. Misal dalam surat An-Nur, surat ke 24, ayat 55 yang telah dikutip di atas. Juga hadis, "خير الناس أنفعهم للناس".

Soekarno Mengajarkan Mimpi Go Internasional 

Spesifik dalam tulisan ini adalah tokoh ataupun manusia yang mempengaruhi mimpi besar pesantren. Bukan pula manusia utusan Tuhan, Nabi Muhammad SAW, yang dalam 10 hari ke depan kita akan memperingati maulid nya. Muncullah dalam pikiran, beberapa tokoh; Soekarno, Gus Dur, KH. Yusuf Mansyur, Mario Teguh, BJ. Habibie, dan yeng berlatar belakang entrepeneur.

Soekarno begitu menonjol dalam mempengaruhi mimpi besar Pesantren Qur'an Anamfal. Pengaruh visi besarnya akan Indonesia dan tata dunia baru begitu berakar dalam alam bawah sadar. Cara pandangnya sangat berbeda dengan manusia Indonesia saat itu. Bahkan manusia Indonesia saat inipun sangat terbilang sedikit yang mimpi dan visinya begitu besar, dan benar-benar diupayakan diwujudkan. Tidak sekedar sebagai pandangan, mimpi, dan cita-cita.

Ziarah Soekarno, Belajar dan Merenungi Nilai Sang Proklamator. Beliau "gila" membaca. 



Diantaranya tergambar dalam berbagai petikan quote, pidato, dan tulisannya. Tentu pidato-pidatonya lebih begitu tersebar dan menghujam di hati masyakarat. Seperti berikut ini:

1. "Nasionalis yang sejati, yang nasionalismenya itu bukan timbul semata-mata suatu copy atau tiruan dari nasionalisme Barat. Akan tetapi timbul dari rasa cinta akan manusia & kemanusiaan."

Tahap ini, walau ia sangat menganjurkan nasionalisme. Namun nasionalisme yang dibangun adalah yang berakar pada kemanusiaan. Sehingga nasionalisme yang dinyalakan tidak melahap korban atas para pejuang nasionalismenya warga negara lain masing-masing.

2. "Firman Tuhan inilah gitaku, Firman Tuhan inilah harus menjadi Gitamu : “Innallahu la yu ghoiyiru ma bikaumin, hatta yu ghoiyiru ma biamfusihim”. Tuhan tidak merobah nasibnya sesuatu bangsa sebelum bangsa itu merobah nasibnya."

Pandangan Soekarno, bahkan kalau boleh dibilang penafsirannya ini, sangat menyegarkan ajaran agama Islam di tengah umat yang masih berkutat pada hal-hal furu' dan terlebih sebatas wacana. Harus action, harus menjadi inspirasi pergerakan. Al-Qur'an mengajak perubahan.

3. "Orang tidak bisa mengabdi kepada Tuhan dengan tidak mengabdi kepada sesama manusia." 

Di sinilah, orang tidak sekedar sholeh. Baik bagi dirinya pribadi. Namun juga muslih, baik bagi sosial sekitarnya. Tidak hanya membangun hubungan vertikal pada Allah SWT, namun pula hubungan horizontal, pada sesama makhluk. Bahkan, tidak hanya baik kepada manusia. Namun juga pada hewan, dan tumbuhan.

4. "Kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya. Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa." 

Menurut hemat penulis, ini adalah ilmu Tauhid yang begitu dalam. Terlebih yang mengatakannya, Bung karno, mengalaminya langsung.

5. "Tuhan kekal dan abadi, Tuhan Satu, dan kepercayaan kepada Tuhan yang satu inilah, Tauhid inilah. Yang menjadi api yang berkobar-kobar menyala-nyala di dalam Qur-an itu, dan jikalau api ini telah berkobar-kobar dan menyala-nyala pula di dalam dadanya seseorang manusia, manusia yang demikian itu, menjadi manusia yang sebagi dikatakan oleh saudara Hamka : "Tidak takut akan mati"."

Atas pidato Soekarno dalam peringatan Hari Turunnya Al-Qur'an (nuzulul Qur'an) ini, makin mengukuhkan kedalaman Tauhid nya. Ia benar-benar meyakini Allah SWT. Kematikan tidak ditakuti, namun malah pembakar semangat hidup sehingga bekerja, berkarya, dan mengabdi. Dalam bingkai ibadah pada Tuhan. Al-Qur'an, sekali lagi "membuatnya berkobar-kobar". Membuat kita bergerak maju.

6. "Kita sebagai umat Islam harus menganggap Nabi Muhammad itu sebagai pemimpin kita yang terbesar. Bahkan kita bisa mengatakan, tidak ada pemimpin yang lebih besar daripada Nabi Muhammad SAW."

Sungguh luar biasa. Orang yang kita anggap tokoh besar ini, mengakui bagaimana begitu besarnya kiprah dan kepemimpinan Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya gerak langkah beliau, pula terinspirasi dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Qur'an yang ia bawa, dan tauladan dalam sunnah. Sekali lagi, pengakuan kebesaran Nabi Muhammad oleh tokoh besar dunia itu, menandakan begitu dalamnya keimanan beliau.

7. "Kita sekarang ini merayakan Maulid Nabi. Apa sebenarnya yang kita rayakan? Bukan sekadar Nabi Muhammad-nya. Bukan sekadar Dia itu dulu Nabi. Tidak. Yang kita rayakan sebenarnya ialah ajaran, konsepsi, agama yang Ia berikan kepada umat. Diberi oleh Tuhan, melalui malaikat Jibril."

Maulid dan hari raya Islam lainnya tidak dimaknai hanya sebagai ibadah ritual rutin. Jangan terjebak dan berhenti di ritual saja.

8. "Jika lau benar-benar engkau cinta Nabi Muhammad. Jika lau benar-benar engkau merayakan Maulid Nabi Muhammad bin Abdullah. Jika lau benar-benar merayakan Rasulullah. Ia punya hari Maulid. Kerjakanlah apa yang Ia perintahkan. Kerjakanlah apa agama yang Ia bawa."

Maulid Nabi, mantauladani Rasulullah, dengan mengaplikasikan dalam kehiduapan nyata. Terlepas apapun latarbelakang kita.

9. “Imagination, imagination, imagination!!! Ciptaan besar!!! Kita yang dahulu bisa menciptakan candi-candi besar seperti Borobudur dan Prambanan, terbuat dari batu yang sampai sekarang belum hancur. Kini telah menjadi satu bangsa yang kecil jiwanya. Jikalau ingin menjadi satu bangsa yang besar, ingin menjadi bangsa yang mempunyai kehendak untuk bekerja, perlu pula mempunyai imagination. Imagination hebat!”

Kata-kata beliau ini yang menjadi pegangan sejak 2014, bermimpi dan berimaginasi tingkat tinggi. Melahirkan ide Gerakan Indonesia Mendunia, YHNC oleh Positive Impact Center, dan Pesantren Qur'an Anamfal dengan mimpinya kode 111 (negara), dan kode 5 (benua).

10. “Bangunlah satu dunia, dimana semua bangsa hidup dalam damai dan persaudaraan”

Membangun dunia ini tentu bagi pejabat dengan membuat kebijakan politik. Pengusaha dengan ekspansi  bisnisnya yang memberikan manfaat dan memenuhi kebutuhan manusia. Juga kami sebagai kalangan pesantren, bermimpi menghadirkan pendidikan Islam khas Nusantara tiap negara di dunia. Terlebih dunia modern dan industri 4.0 membutuhkan asupan spititual dan pemahaman agama yang moderat.

11. “Beri aku 10 pemuda, maka akan ku goncangkan Dunia!"

Karena Anamfal menggunakan kode 111. Kutipan inspirasi Soekarno pun dikutip 11. Kini mencintai angka ini dan biar ingat terus akan mimpi kami. Sampai kami meninggal sekalipun. Semoga menjadi amal jariyyah termasuk berbagai pihak yang telah terlibat. Sebelum inspirasi lainnya, kutipan Bung Karno inilah yang mengawali munculnya keinginan kami membangun peradaban dunia. Mengguncang dunia dengan pesantren, bahwa Islam adalah agama damai. Ia mengarahkan pula manusia modern untuk maju. Berharap, kita salahsatu dari 10 pemuda yang mengguncang dunia itu. Dan pula dapat membangun tim Anamfal super solid, 10 pemuda menyelenggrakan pesantren di berbagai sudut bumi.

Soekarno, sungguh rindu ini begitu dalam padamu. Diri ini ingin rasanya diakui sebagai anakmu, dan engkau adalah ayahku yang mengajari kami selama ini. Semoga kita bertemu dan bersama di surga kelak. Pula dalam dekapan bersama kekasih nabi Muhammad SAW. Walau diri ini tahu, begitu banyak dosa :(.


Klik untuk membaca lanjutannya >>> Pengaruh Soekarno Dalam Mimpi Besar Anamfal Pesantren Go Global (bag. 2).

Note :
Sebelumnya penulis, telah membuat catatan dan mame terkait inspirasi Soekarno yang dapat dinikmati pula oleh pembaca:

1. Quote Nasionalisme Soekarno : Nasionalis Yang Sejati
2. Quote Bung Karno Peringatan Maulid Nabi I : Tidak ada pemimpin yang lebih besar daripada Nabi Muhammad
3. Quote Bung Karno Peringatan Maulid Nabi II : Yang kita rayakan sebenarnya ialah ajaran, konsepsi, agama (Islam)
4. Quote Bung Karno Peringatan Maulid Nabi III : Kerjakanlah apa yang Nabi Muhammad perintahkan
5. Quote Tokoh Indonesia Mengenai Nilai Spiritualitas Al-Qur'an
6. Gerakan Indonesia Mendunia : Profil dan Kerangka Program Kegiatan